Jumat, 29 Oktober 2010

Cari Kos :)

Wah. . .
Inilah saat-saat paling menegangkan dalam hidupku; terpisah dengan orang tua. Aku harus berjuang menghadapi kerasnya hidup dan harus bisa hidup mandiri, tidak tergantung lagi sama orang tua. Aku ga bisa lagi bangun telat, malas-malasan. Klo kemarin cuci baju ngandalin ortu, sekarang udah ga bisa lagi (wah, ketahuan manja, Xixixi. . .). Hhhhhmmmm. . . Aku ingin cerita tentang gimana perjalananku mendapatkan Kos ini. Ga apa-apa ya ?? (yaiyalah ga apa-apa, wong ini blognya aku sendiri)

Hhhhmmmm. . . Mulai darimana ya ?? (telmi amat sih :p) Ok, gini aja.

Kemarin, pada bulan Juni, aku mencari-cari Universitas ke tanah Jawa, karena di Kalimantan ga lulus semua (ketahuan gobloknya). Singkat cerita, akhirnya aku lulus juga di Universitas Setia Budi di Solo. Nah, setelah test di USB, Omku (ku panggil Om Didu) bertanya sama Satpam USB.

"Pak, ada rumah kontrakan atau kos-kosan yang kosong ga disekitar sini ?" Tanya Omku pake logat jawa (omku ini emang pandai pake bahasa jawa).
"Owh, banyak yang udah penuh Pak. Tapi kalau Bapak pengen, temen saya bisa nganter nyari kos-kosan atau kontrakan yang dekat-dekat sini" Jawab Pak Satpam yang baik (dipuji-puji donk).
"Tolong ya Pak"

Kemudian Pak Satpam yang baik ini memanggil temannya yang sesama Satpam yang baik juga (katanya sih Satpam Timur) pake Blackberry (bohong tuh, kenyataannya cuman nokia biasa kq), kemudian ngomong-ngomong ga jelas. Setelah mereka setuju, sepakat, sehati, dan sepikiran (emangnya rapat :p), akhirnya Pak Satpam Timur ini mengajak kami ke bagian belakang USB. Ternyata di belakang USB itu ada sebuah pemukiman yang disebut Komplek Bibis Luhur (baru tahu aku). Dan dibelakang USB ini juga ternyata tempat rumahnya Pak Satpam Timur ini. Sesampainya dirumahnya, dia mengeluarkan sepeda motornya.

"Lho Pak, ngapain ngeluarin motor?" Tanya Omku heran.
"Ya kita pakai motor nyari kosnya" Jawab Pak Satpam Timur.
"Lho, kita kan bertiga, emang ga apa-apa?"
"Hhhhmmm. . .Gimana klo kita nyarinya jalan aja, deket kok. Ga apa-apa kan ?"
"Ga apa-apa. Kami orang Kalimantan udah terbiasa kok jalan kaki"

Walhasil, akhirnya kami jalan kaki keliling komplek Bibis Luhur (gayanya kuat, padahal ngos-ngosan juga). Ketemu sebuah rumah kontrakan tua, atapnya bolong-bolong, dindingnya hampir roboh. Terkejut aku ngeliat nenek-nenek keluar dari kamar. Ternyata nenek itu yang punya rumah tersebut. Katanya ngontrak rumah itu sebulannya Rp 3,5 juta. Dan mbahnya juga tetap berada di kamar tersebut. Akhirnya ga jadi aku ngontrak disitu karena ada beberapa pertimbangan (wah, kebayangkan klo satu rumah sama mbah tersebut, bisa terjadi hal-hal yang sangat amat tidak aku inginkan).

Setelah berkeliling lagi disekitar komplek tersebut, ternyata ga ada yang sreg di hati. Terakhir ketemu juga rumah kontrakan seharga Rp 3,5 juta/ bulan. Tapi kata pemiliknya tuh rumah udah diboking sama orang lain yang lebih cakep daripada aku (apa hubungannya ngontrak rumah sama muka ganteng ??). Karena ga ketemu juga, kami kembali ke kampus dalam keadaan sehat walafiat walaupun nafas sedikit hos-hosan serta keringat mengalir deras dari mata turun ke hati (ngawur tuh!). Singkat cerita, akhirnya kami diantar lagi oleh Mr. Syb (kepanjangan dari Satpam Yang Baik, biar agak kerenan dikit) ke sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari kampus USB. Rumah ini terdiri dari beberapa kamar kos. Wah, susah menjelaskan bagaimana struktur rumah kos ini. Yang mau tahu, silahkan datang aja ke kosku.

Setelah berunding dengan Omku serta Ortuku, dan kamipun sepakat, sependapat, sehati, pikiran, jiwa dan raga (apaan sih ??!) untuk menyewa kos ini selama satu tahun. Sebenarnya, kamar yang aku sewa itu termasuk kamar VIP, karena kamar mandinya ada didalam rumah. Dan cuman rumah kosku ini yang ada kamar mandi sendiri. Nah, dalam satu rumah kos ini, ada tiga kamar kos. Kamar mandi tadi cuman bisa dipakai oleh orang yang tinggal di tiga kamar ini. Yah, anggap aja kamar VIP (cape deh. . .). Ternyata, kamar itu udah ada yang nempatin, tapi keluar pertengahan Agustus. Jadi aku yang masuk bulan September bisa tinggal disitu.

Jadilah sekarang aku akhirnya ngekos disini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar