Kamis, 06 Januari 2011

Semuanya Adalah Baik

Beberapa hari ini aku sedang terkena demam yang disertai flu. Badan panas, sakit kepala, meriang, dan ingus (ini yang paling aku benci) yang terus mengalir deras bagaikan air terjun Niagara (halah!). Keadaanku yang tidak optimal dan memberikan simpati ini (kayak pengemis aja) mempengaruhi kehidupan perkuliahanku (masih semester 1 lho!) yang sedang gencar-gencarnya mendapatkan nilai (semangat!^_^). Huhuhu. . . Sedih deh keadaanku kayakgini. . .

Akhir-akhir ini juga aku sering dikampus, nyari hotspot-an gratis (hehehe, prinsip anak kuliahan sekarang, gratisan) buat download "VIDEO". Eits, jangan ngeres dulu donk (perasaan yang ngeres itu aku deh, hehehe), sabar! Video disini bukan video "ITU", tapi video musik, dance, dll. Karena saat ini aku sedang tergila-gila dengan pengembangan kreatifitasku. Aku ingin menambah kemampuanku dan talentaku. Karena yang namanya manusia itu menurutku mempunyai potensi yang tak terbatas. Menurutku manusia itu dapat mengembangkan kemampuannya sampai tak terbatas seandainya manusia terus berusaha dan tak pernah menyerah. Hehehe, keluar dari topik nih (dasare bodohe!!).


Back to the story. . .

Keadaanku yang sakit parah kayakgini secara tidak langsung membuat aku jadi BadMood, susah berpikir kreatif, karena sibuk ngurus ingus yang terus mengalir tanpa bisa diajak berkerja sama.


Sruuutttt. . .Sruuuutttt. . .

Tuh kan, mengalir lagi deh ingusnya. Baru aja diomongin. Susah deh menulis dengan keadaan yang ngga banget kayakgini. Kemarin aja waktu pengen berangkat kuliah, perasaanku sedang ngga enak banget, tapi tetap dipaksain kuliah (padahal bisa aja sih TA ma teman, tapi budaya kayakgitu ga boleh dibiasakan :D). Tapi ternyata baru ingat kalau waktu itu akan diadakan ujian praktek. Jelas aku kaget banget. Mana laporan belum selesai, belajar buat ujian ngga ada, ingus mengalir terus, pokoknya hancur banget deh!
Akhirnya aku putuskan buat laporan dulu. Karena itu adalah syarat utama buat bisa ikut ujian. Sebenarnya sih laporan ini perkelompok, dan udah dibagi-bagi tugasnya. Tapi ternyata kelompok kami itu terpecah-belah karena suatu alasan yang ngga jelas menurutku. Walhasil, aku kalang kabut kesana kemari kesitu kesini sambil kebingungan. "Trus nasibku gimana nih ?? Masa aku ga ada laporan ?? Mana ga bisa ujian klo ga ada laporan, masa bikin lagi ? Waktunya ga sempat !!" teriak batinku dalam hati (dalam otak atau dalam hati ya ??) . Setelah beberapa menit kebingungan, akhirnya aku putuskan untuk menelepon salah satu dari teman kelompokku tersebut.

Tuuut. . .tuut. . .tuuut. . .

Lama banget diangkatnya, hatiku jadi was-was. "Jangan-jangan dia ga mau ngangkat karena tahu aku yang menelepon," pikirku.

Tuuuttt. . .tuuutt. . .kreeekkk (suara telepon diangkat).

"Halo??" kata suara ditelepon.

YESS!!! Akhirnya diangkat juga. Tanpa basa-basi aku langsung ngebahas tentang laporan yang ga jelas ini. Dia menjelaskan kalau dia sudah mengerjakan laporannya sendiri sampai rela begadang malam tadi. Sempat terkagum juga aku. Kemudian aku menjelaskan juga kalau aku belum mengerjakan laporanku karena pemberitahuan yang mendadak seperti ini.

Setelah ngobrol-ngobrol, berdiskusi, berembuk, dan akhirnya dia menawarkan aku untuk ikut laporannya dia asalkan aku mau membuatkan covernya dan menjilidnya. Sempat terkejut sesaat (banyak terkejut, kayak orang hampir mati aja. Hehehehe. . .:p). Akhirnya satu masalahku selesai. "YESS!!" teriakku dalam hati. Sekarang tinggal mempersiapkan diri untuk ujian yang sangat amat menakutkan (lebih menakutkan daripada hantu lho!).

Kata temenku sih aku masuk ujian pada ronde kedua, karena no absenku yang berada di urutan belakang. Yah, jadinya agak tenang juga, toh masih lama juga. Santai aja aku pulang ke kos ngerjain cover dan ngejilid laporan yang sudah aku terima dari temenku yang bikin tadi.

Udah jadi. Tinggal bawa ke kampus. Sesampainya di kampus, ternyata aku masuk ronde pertama bos !!! Gila, kaget benar! Lama-lama jantungan juga aku nih klo terlalu banyak kaget. Langsung kalang kabut lagi menyiapkan peralatan buat ujian. Masuk ujian dengan penampilan berantakan dan ingus yang naik turun di hidungku !!! Hancur banget deh penampilanku saat itu. namun aku tetap berusaha menyelesaikan ujian itu dengan semangat.

Setelah ujian itu selesai, tiba-tiba aku merasakan perasaan tenang banget. Aku seperti merasakan bahwa semua yang aku lakukan tak akan sia-sia. Entah darimana datangnya perasaan itu.

Akhirnya setelah nilai diumumkan, aku mendapatkan nilai 80. Aku terkagum-kagum sendiri, nilai itu menurutku adalah nilai yang sangat tinggi bagi orang yang tidak punya persiapan untuk menghadapi ujian.

Setelah aku renungkan lagi, sebenarnya masalahku itu bukan datang tanpa sebab. Setelah aku pikir-pikir, masalah datang bertubi-tubi secara bersamaan bukanlah suatu kebetulan. Itu semua Tuhan yang atur. Tuhan inginkan kita semua dapat menjadi lebih baik, maka itulah alasan adanya masalah. Karena melalui masalahlah cara terbaik agar kita dapat belajar.

Yang aku pelajari dari masalahku, adalah bahwa semua hal itu adalah baik adanya. walau itu namanya kelemahan, kekurangan, masalah, dsb, semuanya adalah untuk sebuah alasan yang baik bagi kita. Walau masalah datang bertubi-tubi atau bersamaan, yakinlah bahwa semuanya akan INDAH PADA WAKTUNYA.

:p

Jumat, 29 Oktober 2010

Cari Kos :)

Wah. . .
Inilah saat-saat paling menegangkan dalam hidupku; terpisah dengan orang tua. Aku harus berjuang menghadapi kerasnya hidup dan harus bisa hidup mandiri, tidak tergantung lagi sama orang tua. Aku ga bisa lagi bangun telat, malas-malasan. Klo kemarin cuci baju ngandalin ortu, sekarang udah ga bisa lagi (wah, ketahuan manja, Xixixi. . .). Hhhhhmmmm. . . Aku ingin cerita tentang gimana perjalananku mendapatkan Kos ini. Ga apa-apa ya ?? (yaiyalah ga apa-apa, wong ini blognya aku sendiri)

Hhhhmmmm. . . Mulai darimana ya ?? (telmi amat sih :p) Ok, gini aja.

Kemarin, pada bulan Juni, aku mencari-cari Universitas ke tanah Jawa, karena di Kalimantan ga lulus semua (ketahuan gobloknya). Singkat cerita, akhirnya aku lulus juga di Universitas Setia Budi di Solo. Nah, setelah test di USB, Omku (ku panggil Om Didu) bertanya sama Satpam USB.

"Pak, ada rumah kontrakan atau kos-kosan yang kosong ga disekitar sini ?" Tanya Omku pake logat jawa (omku ini emang pandai pake bahasa jawa).
"Owh, banyak yang udah penuh Pak. Tapi kalau Bapak pengen, temen saya bisa nganter nyari kos-kosan atau kontrakan yang dekat-dekat sini" Jawab Pak Satpam yang baik (dipuji-puji donk).
"Tolong ya Pak"

Kemudian Pak Satpam yang baik ini memanggil temannya yang sesama Satpam yang baik juga (katanya sih Satpam Timur) pake Blackberry (bohong tuh, kenyataannya cuman nokia biasa kq), kemudian ngomong-ngomong ga jelas. Setelah mereka setuju, sepakat, sehati, dan sepikiran (emangnya rapat :p), akhirnya Pak Satpam Timur ini mengajak kami ke bagian belakang USB. Ternyata di belakang USB itu ada sebuah pemukiman yang disebut Komplek Bibis Luhur (baru tahu aku). Dan dibelakang USB ini juga ternyata tempat rumahnya Pak Satpam Timur ini. Sesampainya dirumahnya, dia mengeluarkan sepeda motornya.

"Lho Pak, ngapain ngeluarin motor?" Tanya Omku heran.
"Ya kita pakai motor nyari kosnya" Jawab Pak Satpam Timur.
"Lho, kita kan bertiga, emang ga apa-apa?"
"Hhhhmmm. . .Gimana klo kita nyarinya jalan aja, deket kok. Ga apa-apa kan ?"
"Ga apa-apa. Kami orang Kalimantan udah terbiasa kok jalan kaki"

Walhasil, akhirnya kami jalan kaki keliling komplek Bibis Luhur (gayanya kuat, padahal ngos-ngosan juga). Ketemu sebuah rumah kontrakan tua, atapnya bolong-bolong, dindingnya hampir roboh. Terkejut aku ngeliat nenek-nenek keluar dari kamar. Ternyata nenek itu yang punya rumah tersebut. Katanya ngontrak rumah itu sebulannya Rp 3,5 juta. Dan mbahnya juga tetap berada di kamar tersebut. Akhirnya ga jadi aku ngontrak disitu karena ada beberapa pertimbangan (wah, kebayangkan klo satu rumah sama mbah tersebut, bisa terjadi hal-hal yang sangat amat tidak aku inginkan).

Setelah berkeliling lagi disekitar komplek tersebut, ternyata ga ada yang sreg di hati. Terakhir ketemu juga rumah kontrakan seharga Rp 3,5 juta/ bulan. Tapi kata pemiliknya tuh rumah udah diboking sama orang lain yang lebih cakep daripada aku (apa hubungannya ngontrak rumah sama muka ganteng ??). Karena ga ketemu juga, kami kembali ke kampus dalam keadaan sehat walafiat walaupun nafas sedikit hos-hosan serta keringat mengalir deras dari mata turun ke hati (ngawur tuh!). Singkat cerita, akhirnya kami diantar lagi oleh Mr. Syb (kepanjangan dari Satpam Yang Baik, biar agak kerenan dikit) ke sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari kampus USB. Rumah ini terdiri dari beberapa kamar kos. Wah, susah menjelaskan bagaimana struktur rumah kos ini. Yang mau tahu, silahkan datang aja ke kosku.

Setelah berunding dengan Omku serta Ortuku, dan kamipun sepakat, sependapat, sehati, pikiran, jiwa dan raga (apaan sih ??!) untuk menyewa kos ini selama satu tahun. Sebenarnya, kamar yang aku sewa itu termasuk kamar VIP, karena kamar mandinya ada didalam rumah. Dan cuman rumah kosku ini yang ada kamar mandi sendiri. Nah, dalam satu rumah kos ini, ada tiga kamar kos. Kamar mandi tadi cuman bisa dipakai oleh orang yang tinggal di tiga kamar ini. Yah, anggap aja kamar VIP (cape deh. . .). Ternyata, kamar itu udah ada yang nempatin, tapi keluar pertengahan Agustus. Jadi aku yang masuk bulan September bisa tinggal disitu.

Jadilah sekarang aku akhirnya ngekos disini.

Jumat, 08 Oktober 2010

Lega Bangetz. . .

Halo friends !!!!!

Akhirnya setelah sekian lama ga bisa internetan. . .
Ga ef-be-an, ga nulis blog, bla bla bla. . .
Pengen nangis rasanya. . .(yeeeee. . .cengeng!!)

Hal ini dikarenakan kesibukanku sebagai mahasiswa baru di Universitas Setia Budi. Capek banget rasanya!!! Tapi rame juga lho OSPEKnya atau bahasa gaul Mahasiswa USB, PROSIMARU. Yah, walau cuman beda bahasa, tapi tetap aja rasanya agak-agak gimanaaa gitu. Manis-manis sepet rasanya ( pokoknya kayak rasa buah salak ). Banyak berteman dengan berbagai jenis orang yang tersebar di seluruh Nusantara. Ada yang item kayak Robbani, namanya Norma (tapi teteup aja Bani paling item,hehehe...). Ada yang dari daerah Timur, yang pake Beta-beta-an. Ada yang asli Jawa juga, ora ngerti aku. Pokoknya banyak deh, tersedia dalam berbagai pilihan (kayak orang jualan aja).

Oh ya, dua hari sebelum PROSIMARU, ada kegiatan outbond bagi Maba (Mahasiswa baru) ke Tawangmangu. Katanya sih deket dari Solo, dua jam perjalanan. Pokoknya daerah gunung-gunung gitu (maaf ya, masih newbie di daerah Solo :p). Nah, selama outbond ini, Maba dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan mengikuti berbagai macam permainan. Ada permainan Spider web, Magic baloon, dll. Permainan seru ini sistemnya kayak turnamen, jadi yang kalah langsung angkat kaki (gimana jalannya tuh klo angkat kaki ??). Dan sayangnya kelompokku ga masuk Final, Sh*t!! Tapi ga apa-apa, kan yang penting pengalaman dan keasyikannya (padahal sampai kos, semua barang kena acak-acak). Acara ini berlangsung seharian, jadi ketika pulang badan langsung pegel-pegel kecapekan.

Nah, sehari sebelum PROSIMARU dimulai, semua Maba diliburkan selama satu hari. Namun bukan berarti selama satu hari itu bisa santai atau tidur-tiduran (kayak kebiasaan @home). Selama satu hari itu semua Maba sibuk membuat tugas-tugas yang diberikan oleh Panitia PROSIMARU. Dan tugas-tugasnya itu, sulit bukan main. Mana susah dicari lagi. Contohnya aja nih, disuruh foto bareng sama salah satu Panitia PROSIMARU. Emang kelihatannya gampang, tinggal minta foto aja. Tapi, terkadang Panitianya ga mau diminta foto bareng. Sampai-sampai ada kulihat salah satu Maba mengejar-ngejar salah satu Panitia seperti Paparazzi mengejar-ngejar Artis (jadi ceritanya Panitia jadi Artis gitu ??). Wah, pokoknya ga masuk akal deh. Untung aja Kakak Panitia yang foto bareng sama aku itu baik, jadi aku ga ada disuruh macam-macam, Hehehe. . .

Hari pertama PROSIMARU, semua berjalan mulus sampai pemeriksaan tugas, yang ternyata aku lupa membawa salah satu tugas yang diberikan (waduh, penyakit "lupa" ini kok ga bisa hilang ya ??!!). Alhasil, setelah dipelototin oleh Kakak Panitia, akhirnya aku kena coret di Cocard satu kali (ceritanya nih, setiap satu kesalahan maka cocardnya dicoret satu kali). Setelahnya ada isu diantara Maba kalau yang sudah kena coret sebanyak tiga kali, maka Maba tersebut dinyatakan tidak lulus OSPEK dan harus mengulang tahun depan (tapi aku ga sependapat, masa sudah susah-susah mengikuti OSPEK yang gila ini, sampai harus mengulang lagi tahun depan). Kemudian, ketika hampir pulang, ternyata kami dikasih tugas lagi yang lebih gila dan lebih ga masuk akal daripada yang kemarin. Akhirnya aku dan temanku, Norma (yang item itu ceritanya nginap di kosnya aku, supaya bisa ngerjain tugas) bersama-sama ngerjain tugas. Kami sampai menembus hujan malam demi mencari barang yang dimaksud (bukan barang haram lho, bukan. Sumpah bukan!). Kemudian kami berdua begadang sampai subuh mengerjakan tugas juga (tugas edan, ga enak banget sih). Ketika lagi ngerjain tugas ditengah malam, eh si item Norma malah enak-enakan tidur. Ga adil banget sih, aku begadang ngerjain tugas, dia malah tidur (ketahuan sirik!!). Walhasil, karena kesal aku ganggu aja setiap kali dia tidur. Baru berapa detik dia pejamin mata, kubangunin dengan cara yang tidak mengenakkan (biasa, jahilnya kumat lagi).

Hari kedua, dengan wajah ngantuk aku dan Norma berangkat ke Kampus guna mengikuti PROSIMARU yang tidak mengijinkan satu kalipun absen dari kegiatan tersebut (wajah ngantuk itu kayak zombie, kayak mayat hidup). Namun ketika sampai Kampus, rasa kantukku hilang. Sedangkan Norma semakin parah. Dia sampai ga bisa tersenyum karena terlalu capek (tersenyum aja terpaksa!). Kegiatan di Kampus cuman pengarahan-pengarahan dari Rektor, Kakak-kakak Panitia, dari Kapolri juga, pokoknya cuman duduk dengerin orang ceramah di depan. Oh ya, acara PROSIMARU ini dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Begitu seterusnya selama tiga hari. Jadi kebayangkan betapa capeknya Maba yang lemah seperti kami ini. Dan seperti kemarin, kami diberikan tugas lagi oleh Kakak-kakak Panitia. Tapi untungnya lumayan enteng tugas tersebut (enteng dari Hong Kong!!), jadi bisa diselesaikan semua.

Hari ketiga, Inagurasi. Hari ini masing-masing kelompok disuruh membuat kreatifitas dari semua barang yang dibawa oleh Maba pada waktu itu. Karena kami cuman bawa kaleng-kaleng dan botol-botol bekas, serta kardus dan kotak makanan, jadi kami cuman kepikiran membuat mobil mainan (sempit banget kreatifitasnya). Wah, pokoknya hancur deh kreatifitasnya. Oh ya, selain disuruh membuat kreatifitas, kami juga disuruh membuat foto jenik dan pidato. Pokoknya semuanya lebih hancur daripada kelompok lain (maklumlah, orang-orangnya juga pada hancur). Dan berakhirlah PROSIMARU pada sore hari itu. Sebelum berakhir, Kakak Panitia mengumumkan bahwa nanti malam akan diadakan INAGURASI (kalau menurutku sih semacam pesta penyambutan gitu) dan setiap kelompok wajib membawakan sebuah lagu. Well, akhirnya kelompok kami membawa lagu Rumah Kita - God Bless. Setelah berteriak-teriak ga jelas diatas panggung (nyanyi maksudnya), maka berakhirlah masa-masa PROSIMARU yang manis-manis sepet. Sebelum berakhir, semua Maba disuruh kumpul, nyanyi bareng dan loncat-loncat bareng di depan panggung. Wah, rame banget, suasananya kayak Discotik-discotik gitu (padahal ke discotik aja ga pernah, paling rame cuman kondangan. Hehehehe. . .). Dan akhirnya semuanya telah berakhir.

Sekarang, aku sedang sibuk-sibuknya kuliah. Bikin tugas, Laporan, bla. . .bla. . .bla. . . Masa-masa kuliah itu ga seenak masa-masa SMA. Jauh lebih sibuk. Klo SMA mah, nganggur doank (ketahuan jarang belajar). Tapi ga apa-apa, demi menggapai cita-cita (padahal cita-cita aja ga jelas, hehehe. . .). Tetap berjuang menjalani hidup ini. Tuhan memberkati kita semua.

Rabu, 04 Agustus 2010

SPTO Sialan ;(

Badan capek, semangat ga ada, mata ngantuk. Malam itu terasa sangat sepi. Hanya Mbak Kunti dan Mas Gundo yang setia menemaniku dengan suara menyeramkan mereka (Hhhiiiiiii....!!). Aku bergadang dengan Omku, Yansen, di rumahnya yang berada di tengah hutan (pantesan).

Sebelumnya kami mencari jasa travel dari Palangkaraya sampai Banjarmasin. Karena rencananya besok pagi jam sepuluh aku harus ada di bandara Banjarbaru. Apa ya nama bandaranya ?? Aku lupa... Hhhhmmmm... Ya udah, sebut aja bandara Banjarbaru (maklum, otak lemot pentium dua :P).

Nah, lagi asyik-asyiknya mencari jasa travel, tiba-tiba hujan deras turun di atas kepala semua orang, termasuk kami (ya iyalah, masa tembus). Emang nasib lagi apes, tiket jasa travel ga dapat, malah kehujanan. Langsung aja Om Yansen menancap motor (ditancap dimana bo ??) bututnya menuju ke BEM UNPAR yang kebetulan berada di dekat situ.

Sampailah kami di lokasi dengan baju basah kuyup. Aku mengeringkan baju dengan kipas angin yang ada disana (emang bisa ??). Untung aja ada banyak orang disana, sedang rapat mengurus OSPEK untuk mahasiswa baru. Kayaknya rame tuh, sayang banget aku ga diterima di PSPD UNPAR (hiks!!T_T). Malu juga karena banyak orang yang ga kukenal di situ. Tapi kayaknya mereka cuek-cuek aja dengan keberadaanku yang telanjang dada (mana kurus kerempeng lagi). Ya udah, aku cuek juga sama mereka (padahal malu setengah mati, yohohoho).

Setelah hujan reda, barulah kami pergi dari situ. Kembali kami menyisiri, eh, menyusuri jalan kota Palangkaraya mencari jasa travel yang masih tersisa. Tapi jalanan sudah sepi dan toko-toko hampir tidak ada yang buka.

“Baru jam sepuluh kok toko-tokonya udah pada tutup sih... Pada ga pengen rejeki ya??” Ujarku (Aduh mas ngudeng, ini di Kalimantan!! Lo pikir kayak di New York apa, yang toko-tokonya ga pernah tidur??!!).

“Pasrah aja. Besok kita cegat bis aja di tengah jalan menuju terminal Banjarmasin. Trus, cari taksi ke Bandara.” Jawab Om Yansen (Wah, berani amat mencegat bis di tengah jalan. Ga takut ketabrak apa? Atau udah punya ilmu kebal dari Si Mesum dari gua Porno??).
Ya udah deh, sebagai keponakan yang baik dan cakep serta cukup manis, aku nurut aja dengan Omku yang gagah dan sangar serta menakutkan (jangan marah ya Om, yohohoho). Makanya kami bergadang menunggu bis jam tiga pagi. Daripada nganggur, aku ngajak Omku ke warnet yang buka 24 jam. Lumayan, mengurangi kantuk.
Sebelum jam tiga, yah kurang lebih lima belas menit sebelum jam tiga, kami angkat kaki (angkat muka juga) dari warnet menuju ke terminal. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya bis yang ditunggu-tunggu datang juga. Berangkatlah aku sendirian ke menuju terminal Banjarmasin. Om Yansen ga ikut, soalnya dia lagi sibuk ngurus kuliahnya. Sebelum pergi, dia selalu mewanti-wanti supaya aku selalu waspada dengan barang-barangku.
“Ingat Ky lah, Jaga dompet baik-baik. Hp tu juga. Diperiksa selalu setiap waktu. Ingat, kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat dari pelaku, tetapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, WASPADALAH!!” Nasihat Om Yansen layaknya Bang Napi dengan muka yang sama sangarnya.
“SIAP BOS!!”
Walhasil, aku ga ada tidur sama sekali sepanjang perjalanan Palangkaya-Banjarmasin. Aku menjadi curigaan sama setiap orang yang ada. Pikiran jadi parno, sikap selalu waspada. Mataku sengaja kupelototin supaya keliatan sangar (ga ngaruh juga kali).
Sesampainya di terminal Banjarmasin, badanku jadi capek banget. Baru aja keluar dari bis, udah digerombongi para tukang ojek. Serasa artis baru beken aja, dikelilingi paparazzi (pede banget, nyama-nyamain diri dengan artis).
“Ke Bandara Mas??” Tawar salah satu tukang ojek.
Hhhmmm... Aku jadi tertarik. Mana aku juga lagi buru-buru, boleh deh. “Ok deh Mas!” Jawabku spontan (tanpa pikir panjang lagi tuh, malas mikir).
Tiba-tiba dia langsung mengambil tasku dan membawanya pergi. Setelah aku terkejut, langsung kususul Mas Ojek tadi ke markasnya. Ditaruhnya tasku ke atas motornya, kemudian aku disuruhnya naik.
“Berapa Mas ke Bandara??” Ujarku.
“Ntar aja kita bernegosiasi, berdiskusi, dan bersepakat. Sambil jalan aja...” katanya.
Karena aku emang buru-buru, ya udah deh, nurut aja. Pas udah jalan, kutanya lagi “Berapa sih biasanya ke Bandara??”
“Biasanyakah?? Amun Biasanya ke Bandara thu, seratus dua puluh ribu pang. Tapi oleh lawan ikam, ayu ja seratus ribu.” Jawabnya lengkap dengan logat Banjarnya. Ya udah, aku ngikut aja (mpe logat-logatnya juga ngikut, yohohoho).
Ternyata tukang ojeknya punya hobi cerita-cerita (taktiknya para tukang ojek). Sepanjang jalan kenangan, dari terminal Banjarmasin sampai bandara Banjarbaru, kerjaannya cerita-cerita melulu. Dari cerita bagaimana dia dilahirkan, sampai cerita bagaimana dia bisa jadi tukang ojek (Wah, panjang banget tuh. Bisa dijadiin buku biograpi). Tetapi berhubung anginnya deras, hujan rintik-rintik, dan dia juga membawa kayak pembalap di tv-tv, cepet banget, aku ga terlalu dengar apa yang dia ceritakan. Cuman bisa ber“Inggih-inggih”-ria (inggih artinya iya dalam bahasa indonesia).
Berkat cerita ngelantur dari SPTO (Sang Paman Tukang Ojek), sampai ke bandara rasanya cuman sebentar doank. Ada gunanya juga dia cerita walaupun ga jelas gitu. Setelah berpamitan dengan tukang ojek itu dan mengeluarkan selembar senyum presiden, masuklah aku ke bandara Banjarbaru dan mencari-cari Papahku. Yup, aku pergi barengan Papahku (mana berani aku pergi sendirian).
Setelah keliling-keliling di Bandara kayak anak hilang, akhirnya aku nelpon Papahku (dasar lemot, coba dari tadi nelponnya) sambil ngecharge hp di kamar mandi karena ngedrop (ga ada tempat lain ngechargenya?? Yang lebih gaya dikit donk...).
Ternyata Papahku masih di jalan menuju bandara! Di sekitar Binuang katanya. Yah... Bakal sejam lagi baru tiba di bandara. Kuceritain ke Papahku tentang SPTO tadi. Papahku malah ketawa-ketawa. Katanya aku telah kena tipu SPTO tadi. Terminal-Bandara cuman lima puluh ribu doank klo naik ojek katanya.
Yah... Rugi deh!!!