Senin, 06 Juni 2011

Dua Cowok Berantakan

Hari ini gak ada kerjaan, cuman tidur-tiduran kayak mamalia yang lagi hibernasi. Tapi bedanya dengan mamalia, aku gak menyusui. Persamaannya ya itu tadi, suka tidur-tiduran (baca : malas-malasan). Gak pengen ngapa-ngapain juga sih, soalnya badanku capek banget habis main futsal kemarin. Remuk semua.

Pengen bikin sesuatu yang kreatif, tapi gak tahu bikin apa. Rencananya sih hari ini pengen bikin lagu lagi, tapi gak ada inspirasi nih. Mentok banget otakku. Nasib... nasib...

Owh ya, kemarin lusa ada temenku dari Kalimantan juga yang merantau ke Solo pengen nyari tempat kuliah. Denger-denger sih dia sebenarnya udah diterima di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadyah Surakarta (UMS), tapi dia pengen ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Sebelas Maret (UNS). Dia bilang pengen nyoba nembusin ke Fakultas Kedokteran di UNS.

Alhasil, dia nginap di kosku selama dua hari.
Alhasil, selama dua hari kosku yang backgroundnya udah berantakan menjadi tambah berantakan.

Kebayang gak sih gimana klo dua orang cowok yang "berantakan" digabungin dalam satu kamar? Hasilnya = BERANTAKAN!!

Temenku ini namanya Iksan. Dia orang jawa asli, rambut culun, terus kulitnya hitam. Ini tentunya bertolak belakang dari diriku yang punya rambut keren dan kulitku putih mulus (ngakunya sih gitu). Bila kami jalan sama-sama di mall, kelihatan seperti dua orang jagoan di film Men In Black yang menumpas setiap alien-alien yang ada di setiap hati wanita cantik (ceile). Bedanya dua jagoan tersebut memakai tuksedo hitam keren sedangkan kami pakaian compang-camping yang robek sana robek sini kayak gembel.

Alhasil, cewek-cewek jadi pada illfeel ngelihat kami.
Alhasil, misi untuk menjadi cowok keren : GATAL (Gagal Total).
Parah.

Agak takut juga sih sebenarnya mengijinkan Iksan nginap di kosku. Tahu sendirilah, Bapak kosku kan galak banget. Dulu aja pernah dua orang temanku diusir dari kos waktu lagi bikin laporan bareng (bukan bareng juga sih, cuman aku nyontek laporannya temanku). Mana cuaca diluar lagi hujan deras, petir menyambar-nyambar, tapi tetap dipaksa angkat kaki dari kos. Galak banget kan??

"Terus gimana donk Ky?" Iksan khawatir takut dimarahin sama Bapak kos.

"Gini San," aku memberikan saran. "Klo nanti kamu ditanya macam-macam sama Bapak kos, bilang aja klo kamu itu sebenarnya adalah saudara kembarku!"

"Saudara kembar gimana? Mirip aja gak!"

"Nah, supaya dia percaya, bilang aja klo kamu itu sebenarnya adalah versi hitamnya dari si Rizky ganteng itu!"

"Sialan lu!!!"

Tapi untungnya Iksan dan Bapak kos cepat akrab. Katanya sih pernah curhat panjang lebar tinggi sampai di dapatkan volumenya. Aku aja sampe bingung, jangan-jangan si Iksan emang jodoh kali ya sama Bapak kos. Moga-moga aja mereka berdua bisa selalu bersatu tanpa ada yang memisahkan. Semoga aja cinta mereka berdua tetap abadi sampai maut memisahkan (gila, romantis banget!!!).

Parah.

Minggu, 05 Juni 2011

Visualisasi Buat Calon Anak Kos

Akhirnya bisa posting cerita lagi. Senang banget. Soalnya akhir-akhir ini hariku dipenuhi dengan tekanan batin yang sangat menyengat hingga ke lubang pantat. Bukan, ini bukan karena kamarku yang baunya kayak cede yang gak dicuci selama satu minggu. Tetapi penyebabnya adalah UJIAN. Iya, ujian. Makanya aku gak sempat lagi nulis blog. Ini aja curi waktu karena libur.

Dari tengah bulan Mei kemarin sampai tengah bulan Juni ini, aku akan dihadapkan dengan sederet ujian yang membuat aku stres. Entah itu ujian praktek atau ujian teori, sama-sama bikin cenat-cenut di pelipis. Gak tahu pelipis? Pelipis itu adalah mahluk yang sering menghancurkan kota, eh tunggu... itu Godzilla namanya (gak nyambung dot com).

Selain ujian, hal lain yang gak kalah hebat dalam kompetisi membuat aku mumet adalah uang makan. Bayangin aja, uang sejuta buat bulan Juni ini tinggal sisa secuil upil aja. Duitku di dompet saat ini... Rp350.000,00. Gila, ini baru tanggal 4 Juni. Mau makan apa aku nanti? Kayaknya aku perlu ngeluarin jurus yang harus dikuasai oleh anak kos atau anak yang tinggal jauh dari orang tua, rayuan maut minta kirim uang. Berhasil gak ya?

Jadi anak kos atau anak yang jauh dari ortu itu ada enaknya tapi ada juga susahnya. Enaknya, ya kita bebas melakukan segala sesuatu yang mungkin dulu sering dimarahin oleh bokap dan nyokap. Contohnya : pake pakaian atasan berjas lengkap dengan dasinya dan dikomplikasikan dengan celana kolor bergambar Spongebob, terus mangkal di dekat lampu merah sambil bawa gitar. Orang-orang yang ngelihat pasti mikir, "Ini pengemis atau orang gila sih?" (emang pengemis gak boleh pake pakaian kayak gituan? Hak gue donk!!).

Namun susahnya jadi anak kos atau anak yang jauh dari ortu adalah kita bakal punya masalah yang komplikasi banget. Kayaknya semua masalah yang ada di dunia ini membangun sebuah team work yang kompak dan sempurna untuk membuat kita selalu down. Pengen contoh juga? Nih contohnya : nilai turun gara-gara sakit perut yang gak bikin konsen belajar, sakit perut gara-gara gak makan beberapa hari, gak makan gara-gara keuangan yang minus, keuangan minus gara-gara keseringan ngebayarin cewek yang matre banget, dapat cewek matre karena gak ada cewek lain yang mau sama cowok bermuka ingus pinguin (sekali lagi, ini cuman contoh doank lho. Jadi klo ada yang tersinggung karena mukanya mirip ingus pinguin, tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus ini).

Jadi begitulah. Untuk anak-anak yang masih tinggal sama ortu, nikmatilah saat-saat tersebut. Jadilah berguna dan buatlah mereka bangga. Karena kalian tidak tahu kapan kalian akan dipisahkan dari mereka.

NB : Buat Ayah, Ibu, Kak Cici, Kak Jejen, dan adikku yang mungil kayak upil, Aldo, I MISS U ALL!!!!

Sabtu, 21 Mei 2011

Teman : RNRKGB

Korban kedua :

Rama, Nando, Randa, Kevin, Gilang, Billy
Kesan pertama melihat foto ini : Kasian. Kasian sama yang diatas, kasian juga sama yang di bawah. Yang diatas karena mereka pengen menggapai langit yang terlalu tinggi, dan yang dibawah karena mereka dianggap selevel dengan para gembel.

Kesan kedua : Semakin kasian.

Dulu aku pernah mengidolakan seorang artis. Dan artis yang menjadi korban tersebut adalah Agnes Monica. Kasian banget ya, artis secantik itu diidolakan oleh manusia bermuka ingus. Tapi namanya juga dulu, waktu aku masih anak kecil. Masih gak tahu apa-apa, masih polos.

Pernah juga aku membuat fotoku dan foto AM di dempetkan secara vertikal dan di tengah-tengahnya ku taruh tulisan, "In Love, Rizky and Agnes". Ababil banget. Klo diingat-ingat sekarang, jadi ketawa sendiri.

Mungkin mereka yang diatas juga seperti aku waktu kecil : sedang dalam masa puber. Biasanya remaja yang sedang dalam masa puber ini belum mengetahui dengan jelas siapa mereka sebenarnya. Dalam masa kebingungan ini, mereka bakal menaruh cita-cita yang tinggi. Jauh lebih tinggi dari langit. Luar biasa.

Tapi orang dewasa di sekitar mereka pasti bakal berkata, "Dewasalah dalam hidup, gak mungkin kamu bisa menggapai langit itu". Perkataan inilah yang membuat remaja menjadi down. Aku benci orang dewasa yang seperti ini. Yang bersikap seolah-olah ikuti aliran sungai dan menularkannya kepada remaja yang sedang bersemangat.


Salahkah remaja yang bermimpi ingin menjadi penemu? Gitaris terhebat? Astronot?

Tidak.

Tidak ada yang salah dari orang yang mencoba menggapai langit yang terlalu tinggi.

Jumat, 20 Mei 2011

Teman : Antuh The Explore

Aku dituntut oleh Satria Baja Hitam buat bikin tulisan yang berisi tentang teman-temanku. Aku bingung, temanku yang mana? Yang di Solo atau di Tala? Yang ganteng atau yang jelek? Yang sering beol di celana atau yang sering makan upil?? Confused.

Kok kayaknya aku punya teman banyak banget ya. Padahal anak buangan lho, ANAK BUANGAN. Anak buangan gak seharusnya terkenal. Tapi justru karena gelar itu yang membuat aku jadi terkenal. Seolah-olah aku adalah artis kampungan yang terkenal karena kejelekanku : bisa makan upil sambil nari. Unik banget kan??

Ya sudah, dalam beberapa hari ini aku bakal nulis tentang temanku yang aku anggap agak unik sedikit.

***

Oke, korban pertama :

ANTUH
Dia pake baju lho.
Maaf ya, fotonya agak vulgar sedikit. Bukan, gambar disebelah bukan seekor kambing. Itu manusia kok. Gak yakin itu manusia? Sama, aku juga.

Ini adalah salah satu fenomena unik yang banyak terjadi dikalangan Alay : pengen imut tapi merenggut. Aku gak tahu apa yang ada dalam pikiran Antuh saat di foto kayak gitu. Mungkin dia pengen kayak jagoan di film-film action yang pandangan matanya tajam dan keren. Tapi sayangnya malah mirip homo di film bokep yang pasrah pengen diperkosa oleh Arnold Scwarzenegger yang frustasi karena cerai sama istrinya. Parah.

Aku agak takut ketika memasang foto ini. Takutnya nanti blogku diblokir sama LSI (Lembaga Sensor Indonesia) karena menampilkan hal-hal yang tidak senonoh. Entah berapa kali aku meyakinkan LSI (dan diriku sendiri) bahwa yang di foto itu adalah manusia. Bukan kambing yang sedang diperkosa. Ekspresi mukanya emang standarnya selalu begitu. Dan foto ini No Hoax!!

Tapi dengan penuh keberanian, aku ambil resiko tersebut.