Rabu, 04 April 2012

Menjadi Guru Les : Pertemuan 2

Sebelum lanjut, kaget juga pas temanku Demard nulis diblognya ternyata ada namaku nyantol disitu. Aku gak tahu angin surga mana yang membuat dia tumben-tumbenan nyebutin namaku. Apalagi dia bilang kalau tulisanku bagus banget, itu kayaknya terlalu dilebih-lebihkan deh. Ah Demard, kamu bisa aja. Kita nih sama aja masih amatiran. Sama-sama belajar gitu (padahal udah kencing-kencing dicelana saking senangnya).

Ok lanjut lagi. . .

Jumat, 23 Maret 2012

Menjadi Guru Les : Pertemuan 1

Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa nulis blog lagi. Jadi ceritanya aku udah balik ke Solo dan menjalani kehidupan mahasiswa yang sok sibuk.

Ditengah kehidupanku yang sok sibuk tersebut aku mencoba mencari penghasilan dengan jalan menjadi guru les privat. Sebenarnya aku sudah menjadi guru les sudah lama, yaitu sebulan sebelum aku pulang kampung.

Entah suara malaikat mana yang membisikkan aku untuk menjadi guru les. Mungkin pengaruh kegantenganku yang begitu rupa sehingga aku berpikir dapat mengajar seorang murid (yang pada kenyataannya mengajar diri sendiri saja tidak bisa).

Kebetulan ada temanku yang kenal dengan seorang agen pencari guru les. Jadi aku minta tolong untuk dicarikan seorang murid untuk diajar. Siapa saja. Akhirnya agennya setuju dan aku disuruh menunggu beberapa hari. Cihuy! Hatiku gembira, bunga-bunga mekar dengan indah, dan matahari bersinar dengan terang. Aku bersukacita!!

Beberapa hari kemudian aku dikabari oleh sang agen tersebut kalau ada lowongan untuk mengajar anak kelas 1 SMA. Yess!! Teriakku dalam hati. Akhirnya mimpi muliaku terwujud!!

Ternyata...

Kebahagiaanku hanya sesaat, seperti cinta yang diberikan harapan palsu (yah malah galau). Sang agen kemudian bilang kalau mata pelajaran yang harus aku berikan adalah matematika dan fisika sore itu juga. Ooowwwhhh TIDAAAKKK!!! Aku sebenarnya berharap bakalan mengajar mata pelajaran yang tingkat kesulitannya lumayan kayak Bahasa Indonesia, Sejarah, atau Ekonomi. Tapi kenapa MATEMATIKA??!! Kenapa FISIKA??!! Dua mata pelajaran yang tingkat kesulitannya sama kayak neraka jahanam, dan aku disuruh mengajarnya! Owh Tuhan, mungkin inilah cobaan yang sebenarnya.

Tapi aku sudah terlanjur mengiyakan dan aku juga gengsi menolak tawaran tersebut, ntar malah dikira otakku gak mampu (padahal kenyataannya memang seperti itu). Dengan modal nekad dan tanpa ada persiapan aku berangkat ke rumah murid pertamaku tersebut.

Pertama ketemu aku langsung kaget, ternyata muridku seorang cewek. Sebelumnya aku sudah dikasih tahu kalau namanya adalah Lintang. Tapi aku kira dia cowok. Sempat terlintas juga dipikiranku gimana kalau ternyata dia adalah Lintang yang main di film Laskar Pelangi dan namanya sering disebut-sebutin oleh band rock? Bukannya dia jenius berhitung? Yang ada bukannya aku mengajar sebagai guru, tapi malah aku jadi bahan tertawaan muridku. Untunglah bukan.

Dengan berlagak seperti seorang profesional, aku langsung berbasa-basi menanyakan kehidupan sekolahnya. Ternyata dia bersekolah disalah satu dapat sembilan, eh salah, disalah satu SMA yang lumayan bergengsi. Weis, encer juga otaknya. Entah gimana nasibku yang mengajar nih nanti. Apalagi anak SMA cewek tuh hobi bergosip, bisa-bisa aku jadi terkenal sebagai guru-les-yang-otaknya-gak-nyampe disekolahnya. Kan gak lucu banget.

Ditengah pembicaraan kami, ibu Lintang datang membawakan dua gelas teh hangat dan pisang. Melihat menu tersebut perasaanku langsung terasa aneh. Klo teh hangatnya sih gak ada masalah. Yang jadi masalah itu adalah pisangnya. Iya, PISANGNYA sodara-sodara sebangsa dan setanah air! Kok ibunya malah kasih pisang sih ke aku? Apakah segitu miripnya aku dengan mamalia berekor yang suka makan pisang tersebut? Kayaknya mata ibu tersebut sudah terlalu buta sampai gak bisa bedain antara orang-ganteng-yang-mirip-Edward-Cullen sama seekor monyet.

Tetapi karena aku baik hati maka aku cuekin pencemaran nama baik tersebut.

Setelah selesai PDKT (ciee), akhirnya kita mulai masuk ke pembicaraan yang lebih serius (apaan sih?). Dia mengeluarkan sebuah buku Fisika. Terlihat seperti sebuah kejadian biasa saja, tetapi ditahap inilah tantangan yang sebenarnya terjadi. Sedikit demi sedikit dia membuka satu persatu lembaran buku tersebut, dan ketika melihat isinya bikin aku mau muntah! Asal kalian tahu aja, isi bukunya itu bahasa inggris semua mamen!! Aku gak tahu artinya mamen., tapi sebuah buku Fisika berbahasa inggris itu sama aja kayak NERAKA JAHANAM PANGKAT 99999!!! Belum cukup dia membunuh aku dengan pelajaran Fisika dan Matematika, tapi dia juga masih menikam aku berkali-kali dengan buku Fisika berbahasa inggris. Keji banget!!

Aku mencoba menutup-nutupi perasaanku yang terkoyak-koyak ketika pertama kali melihat isi buku tersebut dengan tetap memasang wajah cool seperti seorang guru les profesional sungguhan. Aku membaca secara teliti satu persatu huruf yang tertera dibuku tersebut dan sumpah, aku gak ngerti! Tapi masih kupasang wajah halah-gini-aja-gak-bisa, padahal tanganku sudah mengepal keras seolah berkata "Kurobek-robek juga nih buku!!"

Selama satu jam lebih aku hanya diam dan membaca dengan cerdas (ceringat dingin asu) buku pembawa kematian tersebut sampai akhirnya waktu lesnya habis. Ini sebuah penganiayaan secara mental. Akhirnya setelah berpamitan dengan seisi rumahnya, aku pulang.

Pertemuan pertama hanya dihiasi dengan basa-basi dan diam membaca seolah sok tahu. Muridku juga gak berkomentar apa-apa. Aku berdoa semoga dia mengira aku sudah selesai mempelajari buku tersebut, hanya waktunya saja yang terbatas.

Yang aku gak tahu, setelah aku pulang dia ngomong sama ibunya, "Bu, kok guru lesku tadi tuh bego banget sih?"

Rabu, 22 Februari 2012

Ayo Berhenti

Banyak perubahan yang drastis di kampung halamanku selama aku kuliah. Kemarin aja pas pulang aku hampir gak kenal sama daerahku ini, semuanya serba baru. Jalanan baru, kantor-kantor baru, dan kebiasaan yang baru juga. Tapi muka orang-orangnya masih gitu-gitu aja kok, gak berubah (dasar bego!).

Selama liburan ini aku banyak menemukan hal baru yang selalu membuat aku terkejut. Seperti Keke yang kecil itu pacaran dengan Tegai yang (katanya) anak basket. Atau si Edo sang raja hayam (bukan binatang ayam lho) pacaran dengan Yolanda (jadi ingat kangen band) yang masih kecil polos. Atau si Billy yang badannya gede tapi hatinya ternyata lembut, menangis karena di putusin pacarnya. Ini semua benar-benar surprise banget buat aku. Semacam . . . . . sesuatu banget (cukup sudah tulisan bergaya alay ini). Gak nyesal aku pulang kampung. Hatiku lumayan terhibur dengan perubahan-perubahan ini, yang menurutku cukup lucu. Karena semua kejadian ini sungguh tidak terduga, gak pernah kepikiran diotakku.

Tapi ada satu yang tidak berubah selain muka orang-orang disini, yaitu adikku si Aldo masih mengejar...(eeemmm, sebutin gak ya? aku takut nanti dituntut tindak pidana pencemaran nama baik. ah, cuek ajalah. nanti aja ngurus itu)...Santa (aduh keceplosan). Si Santa ini adalah cewek (iyalah masa cowok) yang selalu jadi incaran Aldo sejak pertama kali dia masuk SMP sampai dia kelas 3 SMP sekarang. Wah, kayaknya kisah cinta ini masuk nominasi award buat sinetron dengan label so sweet banget.

Tapi sayang langit tak dapat dijangkau, burung terbang berkicau (jangan tanya hubungannya apa). Cinta Aldo bertepuk sebelah tangan. Dulu (katanya) dia pernah nembak Santa, eh jangan, nanti mati. Dulu (katanya) dia pernah menyatakan cintanya kepada Santa dan ditolak. Kasihan banget. Tapi dasar adikku ini keras kepalanya kayak berlian hitam, dia masih aja mengejar-ngejar Santa. Yang paling bikin aku merasa kasihan, ternyata si Santa berpacaran dengan cowok lain yang gaul dan pake motor Satria F, walaupun sudah tahu kalau si Aldo masih berusaha mengejar-ngejar dia.

Ini dramasia banget. Kayaknya BF, eh, BBF yang sering di Indosiar. Atau Cinta Cenat-Cenut yang di Trans. Bedanya pemain dramasia itu cakep-cakep. Sedangkan yang ini aneh-aneh.

Eits, sudah out of topic nih.

Ehm, aku juga dulu pernah kayak Aldo. Tetap ngejar-ngejar cewek yang aku sukai meskipun aku tahu dia sudah ada yang punya. Awalnya aku gak tahu kalau cewekku yang dulu itu sudah ada pacar. Emang sih ada gosip-gosip gitu, tapi dianya bilang ke aku gak punya pacar. Nah, baru ketahuan pas aku menyatakan cinta ke dia. Dia ngaku kalau dia sudah ada yang punya. Tapi aku tetap ngotot nunggu (atau maksa) dia putus dan akhirnya kami berpacaran juga.

Aku udah putus tanpa sebab dengan dia. Entah kenapa, ada yang salah dengan hubungan kami. Aku sempat menyesal dan depresi. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, "Kenapa aku putusin dia?" Selama ini aku gak tahu jawabannya. Tapi belakangan akhirnya aku mengerti, itu adalah saatnya aku untuk berhenti.

Kadang kita tidak tahu kapan harus berhenti. Seperti anak kecil yang terus-terusan bermain karena itu hal yang menyenangkan, tetapi akhirnya menjadi demam karena tubuhnya tidak dapat mengimbangi aktifitasnya. Kita juga terkadang terus-menerus berusaha untuk memiliki sesuatu yang bukan milik kita, sampai pada akhirnya kita menyesal karena semuanya sia-sia dimakan waktu.

Kita harus tahu kapan waktunya untuk berhenti. Jangan sampai pikiran kita terlalu dipenuhi dengan perasaan hingga kita tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Perasaan biarlah ditunjukkan dengan kasih, tetapi semua ada waktunya.

Move on hanya bisa dilakukan jika kita sudah berhenti. Seperti aku yang move on setelah mengerti bahwa aku sudah berhenti dengan dia. Akhirnya aku mulai mencari hati yang baru, yang pas kena dihatiku.

Kayaknya adikku si Aldo harus belajar berhenti, kemudian barulah dia bisa move on.

Jumat, 17 Februari 2012

Uh, uh.

Hari ini aku mau nepatin janji dipostingan sebelumnya. Ya, aku sudah bikin lagu baru.

Lagu ini judulnya "Hanya Sebuah Bayangan". Aku tahu, galau banget kan? Soalnya pas aku ciptainnya hatiku lagi galau. Jadi lagu ini menceritakan tentang sebuah bayangan yang jatuh cinta kepada si pemilik bayangan. Ini berasa fantasy banget. Tapi tenang aja, gak bakalan ada keluar ular-elang yang sering nongol di Indosiar. Nah, cerita ini kayak aku kemarin yang walaupun dekat, tapi tidak diperbolehkan bertemu oleh takdir.

Galau banget.

Sempat kesusahan pas pengen masukin lagu ke postingan. Tanya dikit ke mbah google, akhirnya bisa lewat 4shared. Lagi malas bikin video, takut kalian kangen terus sama wajahku ntar.

Langsung aja deh. Cekidot!






Hanya Sebuah Bayangan

Begitu dekatnya jarak diantara kita
Namun kau tak merasakan kehadiranku
Begitu sedihnya melihat dirimu
Namun tak bisa ku menyentuh dan memeluk tubuhmu

Dunia kita memang berbeda
Namun tetapku bersama denganmu
Walaupun kau tak pernah menyadari
Aku memiliki rasa dihatiku

Mengapa kamu tidak berada di dunia yang sama denganku?
Mengapa semesta menentang kita hingga kita tak bisa mencinta?


Like or no like, it's my music.