Selasa, 08 Maret 2011

How To Hate

Aku pernah melihat, mendengar, dan juga berkata-kata tentang sebuah kebencian, baik itu terhadap suatu benda maupun makhluk hidup. Pernah dan sering. Padahal aku tahu itu bukanlah hal yang baik, dan aku sudah berusaha merubahnya. Namun percayalah kawan, amat teramat sangat sulit. Setiap kali aku bertekad untuk berubah, setiap kali itu pula aku selalu terjatuh ke lubang yang sama. Apa yang dikatakan ortuku ternyata benar juga : membenci lebih mudah daripada mencintai.

Padahal klo diiming-iming, sebenarnya alasan untuk membenci itu terkadang sangat sepele. Namun hal sepele itu justru berakibat sangat fatal.

Seperti aku misalnya, membenci Kangen Band (pengakuan nih). Dan alasan aku membenci adalah : poni miring alay, lagu melayu, dan muka mereka yang sangat jelek tapi diganteng-gantengin (klo ganteng tapi dijelek-jelekin mah ga papa). Padahal, hal-hal yang aku benci dari mereka justru ada pada diriku. Deskripsi diriku : Rambut miring alay, muka yang jelek, eh, ganteng, eh, jelek diganteng-gantengin (banyak yang bilang aku nih ganteng lho sebenarnya, sekali lagi 'sebenarnya'). Buktinya lihat aja foto profilku, rambut miring dan muka yang ga jelas manusia atau bukan. Mungkin aku termasuk primata kelas ganteng (walau ganteng tapi tetap aja primata). Yang ga sama cuman kenyataan bahwa aku ga suka lagu melayu. Aku juga ga suka lagu india (OOT : Out Of Topic).

Rambut miring, muka ga jelas.
Padahal kan terserah mereka Kangen Band mau pilih gaya yang kayak gimana. Mau gayak mohawk kek, biksu kek, atau gaya papan catur kek, kan terserah mereka. Toh, aku ga bakalan mati juga klo mereka bergaya kayak gitu (mungkin aku akan mati ketawa). Aku membayangkan klo mereka pake gaya mohawk : rambut kayak kipas, tatoan, tapi tetap nyanyi melayu. Mungkin mereka akan jingkrak-jingkrak sambil nyanyi lagu Yolanda, trus ngipasin penonton yang kepanasan pake rambutnya. Klo mereka pake gaya biksu : kalem, botak dengan tanda enam dadu dikepala, tapi tetap nyanyi melayu. Mungkin mereka bakal nyanyi sambil memakai baju biksu, kalem dan slow, trus kepala mereka dijadiin dadu oleh penonton. Khayalanku ngeri banget ya?

Dan kebencianku tidak hanya kepada mereka, tetapi kepada banyak orang. Baik itu teman baikku, sahabat, pacar, ortu, bahkan kepada Tuhanku sendiri. Awalnya aku tidak berniat membenci, aku hanya 'menentang'.

Tapi entah bagaimana dan tanpa sadar aku sudah membenci mereka terlalu jauh. Bukan, ini bukan benci menjadi cinta kayak difilm-film itu. Ini benci duarius. Bahkan mendengar nama mereka atau sepenggal lagu mereka pun membuat aku jadi illfeel. Apa yang terjadi pada diriku? Apakah iblis telah menguasai hatiku? Apabila benar begitu, maka aku harus mengambil kembali hatiku yang telah tenggelam dalam kegelapan dosa. Aku akan berubah. Bukan menjadi Superman atau Spiderman atau Power Ranger. Tetapi menjadi diriku yang baru.

Inilah sifat burukku. Inilah duri yang telah menancap sangat dalam di dagingku. Namun akan ku cabut keluar hingga tak bersisa. Agar duri itu tidak lagi melukai aku, dan semua orang yang ada disampingku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar