Senin, 09 Mei 2011

Rumah Hantu Atau Film Hantu ??

Minggu lalu aku di ajak temanku jalan-jalan. Kata mereka sih pengennya ke rumah hantu di BTC. Aku sebagai orang paling kidu dan ganteng di seluruh jagat raya, tentu saja tidak tahu apa itu BTC. Berdasarkan dugaan yang berasal dari otak super cupu punyaku, BTC itu singkatan dari Berak Trus Cebok. Gila.

Setelah raba punya raba, ternyata yang dinamakan dengan BTC itu adalah Beteng Trade Center, salah satu tempat perbelanjaan yang besar di Solo. Entah ada event apa, pokoknya banyak banget orang yang datang ke sana. Inilah nasib orang yang kidu, selalu ketinggalan berita.

By the way, karena fotonya banyak mungkin posting kali ini bakal panjang. But don't worry, enjoy it.

***

Di depan BTC banyak orang ribut-ribut mengerumuni sesuatu. Aku gak terlalu perduli juga sih, pikirku paling cuman cewek pingsan ngelihat mukaku yang katanya mirip PRIMUS (Pria Muka Setan). Tapi pas aku perhatikan dengan seksama, tiba-tiba ada sesuatu yang keluar dari kerumunan orang tersebut. Ternyata ada SETAN!!! Kaget banget saudara-saudara. Jantungan. Aku pingsan. Berharap minta dikasih nafas buatan oleh cewek cantik, tapi malah cowok bermuka homo yang datang. Spontan aja aku langsung bangun berkat naluri cowok murniku masih jalan.

Nih temanku yang sempat minta foto sama hantu tersebut.
Jangan salah ya, yang sebelah kanan hantunya!
Hantunya udah tobat, temenan sama bu haji.
Aku gak sempat minta foto, soalnya setannya keburu pergi. Mungkin belum jodoh. Mungkin akan bertemu lagi di lain waktu, di dunia yang berbeda. Hiiyyy!!!


Kami menuju ke atas, tempat rumah hantu disediakan. Ada dua pilihan maut yang disediakan. Mau yang 4D Cinema atau Rumah Hantu Rel Bengkong? Karena namanya yang unik, jadi kami lebih memilih yang rumah hantu. Tapi sayangnya gak semua temanku yang mau ikut rumah hantu itu. Alasannya TAKUT. Sederhana aja, tapi bisa membuat cowok kekar kayak Aderai menjerit-jerit kayak cewek lagi datang bulan.

Nih peserta maut yang ikut :
Yang pake jaket kerudung itu cewek lho!
Baru masuk kedalam, suasananya langsung berubah. Dari ruangan yang terang benderang menjadi ruangan yang gelap mencekam. Ruangan pertama gak ada hantunya. Di ruangan kedua baru sensainya datang. Lagi diem sunyi senyap, tiba-tiba dikagetin oleh hantu dan suara seperti petir yang menyambar. Spontan aja aku menjerit kayak cewek. Bukan karena hantunya, tapi suaranya itu lho (padahal takut hantunya juga sih). Temanku yang cewek langsung menjerit-jerit dan lari-lari sambil menarik tangan, entah tangan siapapun yang bisa mereka tarik. Untung hantunya gak ditarik juga. Sempat terlintas dalam pikiranku pengen joget dulu sebelum lari, tapi rasanya gak bakalan nyambung.

Temanku yang cewek sempat ketinggalan sandal. Tapi akhirnya diambilin juga oleh temanku yang cowok. Proses pengembalian sandal ini agak ganjil, soalnya horror-romantic gitu. Mata saling berpandangan, waktu terasa lambat, angin terasa berhembus, dengan hantu palsu yang mengejar-ngejar di belakang. Very disaster.

Setelah keluar dari rumah hantu tersebut, semua ketakutan akhirnya hilang semua. Semua bergembira bersama-sama menertawakan wajah dan reaksi yang muncul waktu di dalam tadi. Sudah tidak takut lagi.

Filosofinya : memang masa lalu seharusnya ditertawakan dengan gembira, bukan disesalkan dengan duka.

***

Nih foto-foto lain di Rumah Hantu Rel Bengkong :
Temanku yang gak ikut masuk rumah hantu
Charlie's Angel
The Virgin
Aku klo operasi kelamin
All Stars without me
Aku peace sama kunti

Selasa, 03 Mei 2011

Dia

Malam ini penuh bintang dilangit. Tapi tanpa dia disisiku, semua terasa tak ada artinya.

Tidak terasa, sudah lebih dari setahun hubungan aku dan dia yang kadang naik kadang turun kayak monyet dalam masa puber. Wew, ini adalah rekor baru dalam hidupku. Tidak terasa.

Kita yang awalnya cuman monyet-monyetan, berubah menjadi singa yang serius. Gak nyangka juga sih sebelumnya, klo kita bakal jadian. Gak pernah terpikir aku bakal bisa dapetin dia. Aku si ingus pinguin bisa jadian dengan dia sang putri malu. Unpredictable.

Ya, dia sangat pemalu. Dia juga orangnya sering minder, sering gak percaya diri.

Dia sering menganggap dirinya gak cantik, padahal aku tahu betul klo dia banyak diincar oleh cowok. Inilah magicnya dia. Sifat inilah yang membuat aku terpana dan terkagum akan dirinya. Jarang aku lihat cewek yang sederhana seperti itu. Jarang banget.

Aku merasa beruntung karena dia tidak menyadari kecantikannya. Soalnya klo dia menyadarinya, dia pasti akan lebih memilih cowok lain selain aku (mengutip dari kata-kata pink panther 2). Bisa-bisa aku tersingkir dari posisi "cowok no. 1" di hatinya.

Aku selalu ingin menjadi yang no. 1 baginya. Aku belajar mati-matian buat dapetin ranking demi dia. Aku berlatih gitar mati-matian supaya bisa menyanyikan lagu more than words untuk dia. Aku berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan bagi dia, sambil tetap mempertahankan sifat originalku. Semuanya kulakukan hanya demi dia.

Aku sering cemburu bila ngelihat dia akrab sama cowok lain. Ya, aku adalah laki-laki pencemburu. Ngelihat dia ngemanjain anjingku aja udah terbakar-bakar. Aku sendiri bingung, bahkan dalam tulisanku sendiripun aku dibandingkan dengan binatang. Fantastik.

Aku jadi lebih sering ketawa sendiri. Nangis sendiri. Ngomong sendiri. Mama yang ngelihat aku kayak gitu sempat manggilin orang pintar buat ngobatin aku. Tapi rasa cinta ini sudah tak bisa dihilangkan. Misi orang pintar tersebut buat nyembuhin aku : GAGAL TOTAL. Kasian.

Sekarang kita terpisah oleh jarak. Jarak, yang sering kali membuat kita kesulitan untuk berkomunikasi. Aku sering khawatir berlebihan ketika gak ada kabar dari dia selama satu minggu penuh. Dan kita sering saling mengucapkan kata kangen yang walau hampir tiap hari namun tak pernah bosan.

Dan sungguhpun kita sudah lama terpisah jauh, aku masih ingat wangi tubuhnya.

Senin, 02 Mei 2011

Sang Penakut

Tadi pas lagi asyik-asyiknya main game online, datang seorang anak labil yang tidak berpendidikan, Primi. Dia cewek kok, walau terkadang aku sendiri aja bisa terkecoh nganggap klo dia itu cowok. Tapi kayaknya dia cewek deh. Aku juga gak terlalu yakin sih. Asal tebak aja.

Primi datang pengen belajar dengan aku tentang cara merubah tampilan blog. Iya, soalnya dia blogger baru. Dan sebagai blogger yang lebih senior dan berpengalaman, sudah selayaknya aku mengajari dia. Aku pengennya sih mengajari dia dengan wibawa seorang guru besar yang sangat disegani oleh muridnya. Namun sayang, waktu itu aku belum mandi. Jadinya kelihatan kayak gembel yang sedang mengajar muridnya yang adalah gembel baru cara mengorek sampah yang profesional.

"Muridku, camkan di otakmu dan di hatimu! Mengorek sampah tidak boleh sembarangan! Harus dengan tehnik khusus yang dinamakan spiral x!"

"Baik guru!"

"Tehnik spiral x itu adalah tehnik mengorek sampah dengan gaya memutar seperti spiral. Dengan gaya ini, pengorekan sampah akan menjadi lebih cepat dan lebih berkualitas! Ingat baik-baik!"

"Baik guru!!"

"By the way, Olga sering gak pake CD lho."

"Baik guru!!!"

Setelah selesai mengajari Primi tentang blog, datang Rexi ke kosku. Dia habis mengambil laptopnya yang sudah di perbaikin. Kami bertiga ngobrol ngalur-ngidul tentang semua hal. Sampai akhirnya Rexi meminta Primi buat memutar film Paranormal Activities. Katanya dia penasaran dengan film yang digosipkan berdasarkan kisah nyata tersebut.

Akhirnya kita bertiga nonton Paranormal Activities bareng. Primi, sang empunya film tersebut ternyata belum nonton juga. "Takut nonton sendirian," Begitu alasannya. Bertiga kami berkonsentrasi penuh dengan film tersebut dengan muka yang dibuat seserius mungkin. Tapi sayangnya muka serius kami malah lebih terlihat seperti orang yang nahan kentut selama lima belas hari. Jelek banget.

Awal nontonnya sih membosankan. Klo pemeran ceweknya gak cantik, sudah pasti aku ketiduran saat itu. Tapi pas udah nyampe bagian klimaxnya, semua ketakutan kami habis terejakulasi. Beberapa kali kami dibuat kaget oleh sentakan suara yang tiba-tiba muncul. Aku mencoba untuk tidak takut (padahal didalam hati udah teriak-teriak kayak banci ngelihat laba-laba).

Ternyata aku penakut juga.

Minggu, 01 Mei 2011

Berharap

Wew, aku kehujanan. Walaupun tahu klo cuaca gak mendukung kayak gini, tapi aku tetap memaksa pengen pergi ke kampus soalnya ada kegiatan yang sudah aku langgani. Mau pake jas hujan, tapi masih di pinjam sama kakak tingkatku. Yo wes lah, tembus aja.

Sesampainya di kampus, ternyata orang-orangnya pada belum datang. Untung bawa laptop, lumayan buat online sambil nunggu teman-teman di kampus. Dingiiinnn.

Page pertama yang aku buka tentu saja, facebook. Truz buka twitter, blogger, dan mangacan.blogspot.com. Situs yang terakhir aku sukai karena menyediakan komik gratisan seperti naruto dan one piece yang jalan ceritanya sudah jauh melebihi komik yang beredar di toko buku. Ya, aku emang comic's lover (kok kedengarannya kayak anak labil umur 5 tahun yang sedang kebingungan dalam menentukan spesies diri).

Sesudah kegiatan di kampus selesai, aku berangkat ke kosnya Rexi. Dia lagi nonton bola sama temannya, Ferdi. Mereka berdua emang bola mania. Sedangkan aku adalah anak awam yang gak ngerti sama sekali tentang bola, cuman bisa mainnya doank. Jadi klo mereka ngomong dengan bahasa bola yang sulit dicerna oleh otakku, biasanya aku akan menatap mata mereka berdua dengan muka yang berkata 'Bro, gue gak ngerti bahasa lo!". Sayangnya mereka malah menyangka aku punya kelainan fungsi kelamin.

Yang tanding adalah Arsenal Vs Manchester United. Well, aku dukung Arsenal. Alasannya sih suka aja gitu sama Arsenal (alasan yang dibuat oleh orang yang ngerti tentang dunia bola). Kayaknya si Rexi mendukung MU. Sedangkan si Ferdi, aku gak tahu dia mendukung siapa. Dia pulang duluan ketika pertengahan babak pertama. Jadi gak sempat nanya juga tadi.

Lumayan juga sih, hasil akhirnya 1-0 dengan kemenangan di tangan Arsenal. Aku mikir, "Klo tahu gini tadi aku taruhan lima juta via online. Pasti bakal langsung kaya aku." Tapi seperti yang anak buangan lain lakukan, aku hanya bisa berharap. Berharap dapat merubah masa lalu.