Jumat, 20 Mei 2011

Teman : Antuh The Explore

Aku dituntut oleh Satria Baja Hitam buat bikin tulisan yang berisi tentang teman-temanku. Aku bingung, temanku yang mana? Yang di Solo atau di Tala? Yang ganteng atau yang jelek? Yang sering beol di celana atau yang sering makan upil?? Confused.

Kok kayaknya aku punya teman banyak banget ya. Padahal anak buangan lho, ANAK BUANGAN. Anak buangan gak seharusnya terkenal. Tapi justru karena gelar itu yang membuat aku jadi terkenal. Seolah-olah aku adalah artis kampungan yang terkenal karena kejelekanku : bisa makan upil sambil nari. Unik banget kan??

Ya sudah, dalam beberapa hari ini aku bakal nulis tentang temanku yang aku anggap agak unik sedikit.

***

Oke, korban pertama :

ANTUH
Dia pake baju lho.
Maaf ya, fotonya agak vulgar sedikit. Bukan, gambar disebelah bukan seekor kambing. Itu manusia kok. Gak yakin itu manusia? Sama, aku juga.

Ini adalah salah satu fenomena unik yang banyak terjadi dikalangan Alay : pengen imut tapi merenggut. Aku gak tahu apa yang ada dalam pikiran Antuh saat di foto kayak gitu. Mungkin dia pengen kayak jagoan di film-film action yang pandangan matanya tajam dan keren. Tapi sayangnya malah mirip homo di film bokep yang pasrah pengen diperkosa oleh Arnold Scwarzenegger yang frustasi karena cerai sama istrinya. Parah.

Aku agak takut ketika memasang foto ini. Takutnya nanti blogku diblokir sama LSI (Lembaga Sensor Indonesia) karena menampilkan hal-hal yang tidak senonoh. Entah berapa kali aku meyakinkan LSI (dan diriku sendiri) bahwa yang di foto itu adalah manusia. Bukan kambing yang sedang diperkosa. Ekspresi mukanya emang standarnya selalu begitu. Dan foto ini No Hoax!!

Tapi dengan penuh keberanian, aku ambil resiko tersebut.

Rabu, 18 Mei 2011

Rumah Tak Berpenghuni

Iseng-iseng bikin lagu. Judulnya "Rumah Tak Berpenghuni".

Awal bikin judulnya kok aku ngerasa kayak film setan yang gagal tayang karena kekurangan dana. Tapi cuek ajalah, keep creative!! 

So, this is my song. Check it out!

Rumah Tak Berpenghuni


Di malam itu kita berjalan berdua
Angin berhembus membawa awan yang mendung
Langit mulai menangis membasahi bumi
Kita berteduh dirumah tak berpenghuni

Meski dingin menusuk merasuk nadiku
Namun pelukanmu menghangatkan tubuhku
Bulan yang redup memperindah suasana
Masa ini takkan terlupakan

This night
I would never forget how feel in my heart
Best night
Than all nights that I ever have and through before
I hope
I can make one kissing which unforgettable
And tonight is the night

Kamis, 12 Mei 2011

Pengobatan Gratis Dan Praktis.

Badanku hari ini agak mendingan. Gak separah kemarin. Tapi tetap aja, pas bangun tadi rasanya berrraaatttt banget. Badanku kayak gak bisa digerakin. Mana hari ini ada jadwal kuliah jam 7 pagi. Gila, aku gak sanggup. Akhirnya aku ambil handphoneku dan kukirim sms ke Nino , "Bro, aku TA ya hari ini."

Aku terkapar merana. Bagian pantatku sebelah kanan sakit banget (jangan ditanya kenapa). Klo pengen berdiri, pasti cenat-cenut di pantat. Untung aja aku udah ambil jatah beol untuk satu minggu. Klo gak, kebayang kan gimana sakitnya pas BAB. Berdiri aja udah sakit, apalagi jongkok. Jongkoknya lama banget lagi. Apalagi klo nyangkut, udah sakit ditambah perih. Jorok parah.

Tapi aku gak mau kalah hanya karena masalah kecil kayak gini. Aku paksain tubuhku buat bergerak. Klo sakit gak usah tanggung, dinikmatin aja deh. Walau meriang, paksain aja buat mandi. Kan gengsi klo ke kampus gak mandi. Anak buangan gitu loh. Tapi klo keadaannya memaksa, ya udah cuek aja gak usah pake mandi. Sayang pada kenyataannya keadaan 'terpaksa' lebih mendominasi. Anak buangan banget.

Masuk kuliah jam 12. Tapi perginya jam setengah 12. Rencananya pengen makan dulu di soto kecil dekat kos. Nama warungnya emang bukan soto kecil sih, tapi dikasih gelar kayak gitu. Agak aneh juga dengan gelar itu. Soalnya klo aku kesitu pasti pesen soto besar, gak pernah soto kecil. Soto kecil gak ngaruh diperutku, gak bikin kenyang!

Sudah kenyang, langsung go to campus. Seperti dugaanku, badanku SAKIT BANGET pas nyampe di ruang kuliah. Bayangin aja, turun tangga dua lantai, trus naik tangga lagi empat lantai. Pengen lepas rasanya nih pantat. Tapi segera kupegang erat-erat, takut ada cowok homo yang ngegrepe.

Aku masuk ke ruang kuliah. Di dalam aku sudah disediakan kursi oleh temanku. Sebagai gambaran, ruangan itu sempit, jendelanya walau banyak tapi anginnya dikit, dan manusia penghuninya lebih dari 40 orang. Aku make jaket, celana jeans, dan sepatu kulit. Apa yang akan aku rasakan? Panas, tentu saja.

Mungkin bagi orang biasa keadaan panas di ruang kuliah seperti neraka level 99. Namun sebaliknya bagi orang demam seperti aku, keadaan seperti itu adalah pengobatan gratis dan praktis. Aku seperti robot yang baru saja diganti baterainya, segar bugar.

Aku mengambil handphoneku dan mengirim sms ke teman-temanku, "Tips cepat sembuh dari demam : Masuk kuliah yang ruangannya sempit dan mahasiswanya lebih dari 40 orang."

Effective.

Rabu, 11 Mei 2011

Penyakit Campur

Hari ini aku sakit. Sakit badan, sakit demam, dan sakit mental (klo sakit mental mah udah dari dulu). Gila serius, badanku sakit semua. Udah pilek, panas dalam, semua bagian tubuhku nyeri mampus. Perkuliahan hari ini dijalani dengan paksaan batin.

Aku gak tahu apa jenis penyakitku ini. Kata teman-temanku sih radang tenggorokan campur pilek dan demam. Penyakit zaman sekarang udah kayak es campur, yang tentu saja rasanya berbanding terbalik dengan es campur. Klo penyakit campur rasanya gak enak. Sangat gak enak. Sedangkan es campur rasanya pengen nambah mulu. Apalagi klo isinya ada pepaya, mangga, melon, dan sawo ditambah dengan sedikit susu. Wah, maknyus banget.

Cukup sudah ngomongin makanan.

Aku dulu juga pernah kena penyakit tipes malaria, yaitu gabungan antara penyakit tipes dan penyakit malaria. Nah gabungan penyakit tipes dan malaria ini dinamakan dengan tipes malaria. Jadi, tipes malaria berasal dari gabungan antara dua penyakit yang saling jatuh cinta dan menjalin rasa dan semakin mendekat antara yang satu dengan yang lainnya, yaitu malaria dan tipes. Penyakitku sekarang ditambah dengan sakit kepala membaca tulisanku sendiri.

Karena penyakit campuran itu, aku di opname selama dua hari. Percayalah, di opname itu sangat tidak enak. Apalagi klo sampe tangan yang diinfus adalah tangan yang sebelah kiri. Soalnya klo pengen beol, baik itu kidal ataupun tidak kidal, pasti akan terasa seperti terjepit diantara sorga dan neraka. Untung aja aku kemarin diinfus disebelah kanan, jadi terlepas dari penderitaan itu.

Namun ada sisi positifnya juga. Soalnya tiap hari dimanjain oleh Keluarga, teman-teman, terlebih lagi oleh suster-susternya yang baik dan ehm. Gak kayak kakakku si Jejen. Klo dia yang ngerawat aku sakit, mending aku pura-pura mati aja.

Waktu itu yang sakit selain aku adalah adekku, si Aldo. Si Aldo kayaknya penyakitnya juga ngikut aku, penyakit campur malaria tipes. Bedanya, Aldo gak diinfus sedangkan aku diinfus. Bedanya juga lagi, aku ganteng dan Aldo tergolong ehm.

Aldo mulai mengeluarkan siasat liciknya. Walaupun Aldo sembuh lebih cepat dari aku, tapi Aldo masih berlagak sakit-sakitan. Alasannya : supaya libur sekolah. Untuk sekolah yang sekarang ditempati Aldo, dimohon untuk melacak setiap surat izin sakit yang diberikan Aldo.

Enak juga dimanjain oleh keluarga. Walau suster yang ngerawat aku cantik dan ehm, tapi tetap aja perawatan keluarga adalah yang terbaik bagiku.