Selasa, 04 Oktober 2011

Disaster Day

Pernah gak kalian merasakan selama satu hari kalian selalu ditimpa kesialan secara terus-menerus?

Aku pernah.

Aku ulangi, AKU SERING.

Aku bener-bener gak tahu apa salah dan dosa ibuku yang menyebabkan aku selalu ditimpa kesialan. Ini sangat menyakitkan banget. Bayangkan, ibuku aja sampai dibawa-bawa kepermasalahan yang gak ada hubungannya sama beliau. INI MAKSUDNYA APA (yang bawa-bawa ibu itu kamu sendiri bego!).

Kemarin setelah selesai ngegym (gak usah kaget, kan udah aku ceritain kemarin), aku balik ke kos jam setengah sebelas. Dan anehnya aku gak langsung mandi, malah langsung tiduran di ranjang. Padahal aku ada masuk kuliah jam sebelas. Mungkin ini kelebihanku sebagai warga negara Indonesia, yaitu MALAS. Selama setengah jam yang seharusnya kupakai untuk mandi dan siap-siap buat kuliah, malah kuhabiskan dengan bermalas-malasan menjadi ulat.

Tiba-tiba ada sms dari Rexi, "Ky, kamu gak ke kampus? Ini udah hampir masuk loh? HAMPIR MASUK!" (sengaja ku hiperbola-kan supaya lebih dramatis). Sesaat setelah aku membaca sms tersebut, aku langsung terbang ke kamar mandi dan melaksanakan sikap penting mahasiswa apabila terlambat ke kampus : MANDI KUCING. Setelah siram sana siram sini, dengan kecepatan melebihi Flash aku bergegas pasang baju-celana-kaos-sepatu langsung ngebut ke kampus (tulisannya sengaja berirama cepat supaya feel-nya dapet).

Sesampainya dikampus aku baru ingat, AKU GAK TAHU RUANG KULIAHNYA DIMANA. Ini disaster banget (jangan harap aku bisa menjelaskan artinya). Aku sms Rexi, gak dibalas. Akhirnya dengan stamina yang sudah terkuras habis aku mengelilingi kampus berharap ketemu dengan teman-teman satu kelas. Ternyata gak ketemu. Waktu semakin sedikit, aku putuskan mengelilingi kampus satu kali lagi. Tetapi kali ini aku mencari dengan lebih teliti. Baru ketemu mereka dilantai atas.

Lega juga akhirnya jantungku. Kirain udah telat, ternyata masih belum masuk. Terima kasih Tuhan.

Tapi ada yang aneh. Teman-temanku semuanya memegang buku dan mulut mereka komat-kamit seperti membaca mantra. INI ANEH BANGET. Aku perhatikan lagi sekelilingku. Ini beneran kampusku kan? Ini bukan Hogwart kan? Khayalan anehku mulai berkeliaran.

Aku lihat Rexi juga sama seperti yang lain, sibuk berkomat-kamit-ria. Apakah ini sebuah tren baru? Kok aku gak pernah tahu kalau berkomat-kamit-ria sekarang sedang ngetren? Ah, aku memang ketinggalan zaman. Ini gaul men, GAUL! (mencoba berpikir positif).

Ternyata nanti ada sebuah test saudara-saudara! TEST! Gila. Mati aku. Mati dah, mati!

Aku langsung mengambil buku yang dipegang Rexi dan mengambil jurus belajar SKS. Sistem Kebut Semenit. Walaupun kayaknya aku gak mungkin bisa menghafal seisi buku tersebut dalam satu menit, tapi aku masih melihat sedikit cahaya pengharapan untuk test nanti. Aku pun mengumpulkan semangatku yang berceceran dan kukerahkan semuanya untuk satu test ini. AKU PASTI BISA!

Baru satu huruf aku baca, tiba-tiba ada panggilan supaya masuk ke ruang praktek. Cahaya pengharapan dan semangat yang tadi masih tersisa sedikit, sekarang sudah meleleh semua. Aku gak ada belajar sama sekali. 

Panik setinggi bulan.

Selama test aku sama sekali gak bisa berkutik. Soalnya apa, yang dipikiranku apa. Sama sekali gak nyambung. Akhirnya karena sudah mati kutu, aku jawab sembarangan aja.

Hasilnya test yang kujawab sembarangan : NOL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar