Bermain-main diatas genteng, terasa sejuk karena banyak angin.
Walaupun wajahku ganteng, tapi aku gak tahu apa yang pengen diomongin.
(loh kok?).
Walaupun wajahku ganteng, tapi aku gak tahu apa yang pengen diomongin.
(loh kok?).
Hari ini aku sengsara banget. Aku gak bisa boker, men! Penganiayaan secara tidak disengaja ini disebabkan oleh keadaan WC di rumah yang sedang buruk. Sejak kemarin banyak banget serangga yang nempel-nempel di dinding WC. Bikin illfeel aja.
Gimana gak illfeel coba, klo pas mandi banyak banget mata serangga yang ngelihatin aku sedang telanjang. Ini kan melanggar HAM. Aku sebagai seorang manusia merasa privasiku diganggu. Mereka ini sudah kayak paparazzi aja, artis lagi ngapa-ngapain selalu disorot. Lagi mandi disorot, lagi kencing disorot, bahkan lagi beol juga disorot. Gak enak banget, mentang-mentang aku ganteng dan seksi (pede mode : ON). Untung aja UU Pornografi belum disahkan (atau malah gak jadi? soalnya aku gak ngikutin perkembangannya), klo gak udah kutuntut ke pengadilan tertinggi.
Yang paling nyebelin, pas aku beol tiba-tiba mereka nongkrong dipunggungku. Aku sedang berkonsentrasi tinggi mengerahkan tenaga dalam yang besar buat ngeluarin "itu", eh malah diganggu. Beol kan perlu fokus tingkat kecantikan Kristen Stewart juga supaya bisa sukses. Semakin fokus, semakin sukses beolnya, pencernaan jadi lancar dan kita sehat. Nah ini gimana orang bisa fokus kalau mereka berkeliaran seenak udel mereka pas aku lagi beol. Akibatnya, aku gak bisa beol lagi selama beberapa hari. Aku shock berat. Ini kan percobaan pembunuhan namanya.
Akhirnya karena gak tahan beol diganggu terus, aku kabur ke WC di rumah kakaku yang jaraknya gak terlalu jauh. Dan aku beol disitu. Rasanya lega banget, walaupun agak sedikit was-was takut terjadi kejadian yang sama kayak di WC rumah. Trauma.
Maafkan aku, WC rumahku. Aku terpaksa harus selingkuh dengan WC di rumah kakaku. Soalnya lebih enak, tentram dan nyaman. Gak diganggu oleh apapun juga dan dapat memberi aku kepuasan yang lebih. Pokoknya "dia" lebih pengertian daripada "kamu". Sebelum "kamu" dibenah, aku akan tetap setia dengan "dia". Epic ending story.
Akhirnya WC rumahku sedang diperbaiki. Kayaknya aku bakal balikan dengan WC rumahku. Jadi kayak semacam CLBK gitu.
And, next!
Gimana gak illfeel coba, klo pas mandi banyak banget mata serangga yang ngelihatin aku sedang telanjang. Ini kan melanggar HAM. Aku sebagai seorang manusia merasa privasiku diganggu. Mereka ini sudah kayak paparazzi aja, artis lagi ngapa-ngapain selalu disorot. Lagi mandi disorot, lagi kencing disorot, bahkan lagi beol juga disorot. Gak enak banget, mentang-mentang aku ganteng dan seksi (pede mode : ON). Untung aja UU Pornografi belum disahkan (atau malah gak jadi? soalnya aku gak ngikutin perkembangannya), klo gak udah kutuntut ke pengadilan tertinggi.
Yang paling nyebelin, pas aku beol tiba-tiba mereka nongkrong dipunggungku. Aku sedang berkonsentrasi tinggi mengerahkan tenaga dalam yang besar buat ngeluarin "itu", eh malah diganggu. Beol kan perlu fokus tingkat kecantikan Kristen Stewart juga supaya bisa sukses. Semakin fokus, semakin sukses beolnya, pencernaan jadi lancar dan kita sehat. Nah ini gimana orang bisa fokus kalau mereka berkeliaran seenak udel mereka pas aku lagi beol. Akibatnya, aku gak bisa beol lagi selama beberapa hari. Aku shock berat. Ini kan percobaan pembunuhan namanya.
Akhirnya karena gak tahan beol diganggu terus, aku kabur ke WC di rumah kakaku yang jaraknya gak terlalu jauh. Dan aku beol disitu. Rasanya lega banget, walaupun agak sedikit was-was takut terjadi kejadian yang sama kayak di WC rumah. Trauma.
Maafkan aku, WC rumahku. Aku terpaksa harus selingkuh dengan WC di rumah kakaku. Soalnya lebih enak, tentram dan nyaman. Gak diganggu oleh apapun juga dan dapat memberi aku kepuasan yang lebih. Pokoknya "dia" lebih pengertian daripada "kamu". Sebelum "kamu" dibenah, aku akan tetap setia dengan "dia". Epic ending story.
Akhirnya WC rumahku sedang diperbaiki. Kayaknya aku bakal balikan dengan WC rumahku. Jadi kayak semacam CLBK gitu.
And, next!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar