Wah, kayaknya akhir-akhir nih yang hangat dibicarakan adalah pernikahan antara si Pangeran William dan Kate Middleton. Pernikahan yang menurutku terlalu digempar-gemparkan atau dilebih-lebihkan. That just a married of a couple humans, not better.
Tapi asyik juga ya klo pernikahan sampai segitu mewahnya. Ribuan media meliput, kue pengantin yang gede, tamu yang bejibun, kostum yang istimewa banget, dll. Gila, asyik banget. Jadi sirik.
Aku jadi pengen cepat nikah. Pastinya sama orang yang tepat, bukan orang yang hanya "cinta sesaat". Aku ngebayangin gimana pernikahanku nanti. Wuih, pokoknya super mewah. Gaunnya super keren, kuenya super istimewa, dan tamunya juga super banyak. Pokoknya, super duper keren (semboyan anak buangan dan anak labil).
Tapi aku lihat kehidupan nyata, dimana pernikahan hanya dianggap sebagai suatu "ritual" untuk memenuhi syarat kehidupan seseorang, atau sebagai media pelonjak popularitas belaka. Tidak jarang pernikahan seperti ini akhirnya diselesaikan dengan perceraian. Hal ini karena pernikahan itu diawali tanpa adanya komitmen. Tanpa adanya niat serius dan niat yang salah.
Pernikahan menurut aku adalah sesuatu yang sangat sakral, yang harus dipikirkan seratus ribu kali untuk melakukannya. Pernikahan bukanlah acara yang berlangsung selama beberapa hari. Pernikahan adalah kehidupan yang dijalani bersama-sama oleh dua orang yang tadinya berbeda namun telah menjadi satu.
Pernikahan yang baik adalah pernikahan yang diawali dengan komitmen yang tepat antara si calon suami dan calon istri. Sebelum menikah, calon suami harus menerima semua keadaan yang terjadi pada istrinya dan calon istri pun demikian.
Aku bingung bagaimana kehidupan orang dewasa pada zaman sekarang. Seolah-olah mereka belum "dewasa". Mereka seperti anak-anak yang cepat bosan dan kurang bertanggung jawab. Mereka tidak menganggap suci pernikahan itu. Mereka hanya menganggap seperti sebuah permainan. Aku sakit hati banget ngelihat masalah yang hardcore seperti ini.
Aku juga takut, bagaimana klo nanti aku menikah? Akankah nasibku juga sama dengan manusia yang lain, yang berakhir dengan pernikahan? Memang setiap pernikahan tidak bisa dielakkan dari permasalahan dalam keluarga. Tapi bisakah aku dengan pasanganku nanti menghadapi setiap masalah yang akan menimpa bersama-sama?
Tapi aku percaya, kami pasti akan bisa menghadapinya.
Aku jadi pengen cepat nikah. Pastinya sama orang yang tepat, bukan orang yang hanya "cinta sesaat". Aku ngebayangin gimana pernikahanku nanti. Wuih, pokoknya super mewah. Gaunnya super keren, kuenya super istimewa, dan tamunya juga super banyak. Pokoknya, super duper keren (semboyan anak buangan dan anak labil).
Tapi aku lihat kehidupan nyata, dimana pernikahan hanya dianggap sebagai suatu "ritual" untuk memenuhi syarat kehidupan seseorang, atau sebagai media pelonjak popularitas belaka. Tidak jarang pernikahan seperti ini akhirnya diselesaikan dengan perceraian. Hal ini karena pernikahan itu diawali tanpa adanya komitmen. Tanpa adanya niat serius dan niat yang salah.
Pernikahan menurut aku adalah sesuatu yang sangat sakral, yang harus dipikirkan seratus ribu kali untuk melakukannya. Pernikahan bukanlah acara yang berlangsung selama beberapa hari. Pernikahan adalah kehidupan yang dijalani bersama-sama oleh dua orang yang tadinya berbeda namun telah menjadi satu.
Pernikahan yang baik adalah pernikahan yang diawali dengan komitmen yang tepat antara si calon suami dan calon istri. Sebelum menikah, calon suami harus menerima semua keadaan yang terjadi pada istrinya dan calon istri pun demikian.
Aku bingung bagaimana kehidupan orang dewasa pada zaman sekarang. Seolah-olah mereka belum "dewasa". Mereka seperti anak-anak yang cepat bosan dan kurang bertanggung jawab. Mereka tidak menganggap suci pernikahan itu. Mereka hanya menganggap seperti sebuah permainan. Aku sakit hati banget ngelihat masalah yang hardcore seperti ini.
Aku juga takut, bagaimana klo nanti aku menikah? Akankah nasibku juga sama dengan manusia yang lain, yang berakhir dengan pernikahan? Memang setiap pernikahan tidak bisa dielakkan dari permasalahan dalam keluarga. Tapi bisakah aku dengan pasanganku nanti menghadapi setiap masalah yang akan menimpa bersama-sama?
Tapi aku percaya, kami pasti akan bisa menghadapinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar